FORMULASI DAN UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI SEDIAAN GEL TOTOL JERAWAT DARI EKSTRAK BIJI KOPI (Coffea arabica L.) DAN DAUN JAMBU BIJI (Psidium guajava L.) TERHADAP Propionibacterium acnes
DOI:
https://doi.org/10.37081/rum-kes.v2i3.111Keywords:
Jerawat, Gel Totol Jerawat, Coffea Arabica L, Psidium Guajava L, Propionibacterium AcnesAbstract
Jerawat (Acne vulgaris) merupakan penyakit inflamasi kronis pada unit pilosebaseus yang salah satu penyebabnya adalah bakteri Propionibacterium acnes. Biji kopi hijau (Coffea arabica L.) dan daun jambu biji (Psidium guajava L.) mengandung senyawa metabolit sekunder yang berpotensi sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan memformulasikan kombinasi ekstrak etanol biji kopi hijau dan daun jambu biji dalam sediaan gel totol jerawat serta mengevaluasi karakteristik fisik dan aktivitas antibakterinya terhadap Propionibacterium acnes. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium menggunakan tiga variasi konsentrasi ekstrak, yaitu 4%, 8%, dan 12%. Evaluasi sediaan meliputi uji organoleptik, homogenitas, pH, dan daya sebar, sedangkan aktivitas antibakteri diuji dengan metode difusi cakram. Hasil penelitian menunjukkan seluruh formula memenuhi persyaratan karakteristik fisik sediaan gel, memiliki pH 4,86–5,31, daya sebar 5–6 cm, serta homogen. Formula 1 (4%) menghasilkan rata-rata diameter zona hambat 11,33 mm, Formula 2 (8%) sebesar 13,67 mm, dan Formula 3 (12%) sebesar 18,67 mm, yang seluruhnya termasuk kategori kuat. Formula 3 menunjukkan aktivitas antibakteri tertinggi. Disimpulkan bahwa kombinasi ekstrak etanol biji kopi hijau dan daun jambu biji dapat diformulasikan menjadi gel totol jerawat dengan karakteristik fisik yang baik serta aktivitas antibakteri yang kuat terhadap Propionibacterium acnes, dengan Formula 3 sebagai formula terbaik.
References
Adhi, R. (2018). Faktor-faktor yang mempengaruhi acne vulgaris pada remaja.
Anggraeni, D., Kaniawati, M., & Jafar, G. (2023). Pendekatan nanoteknologi untuk penghantaran bahan aktif farmasi dalam terapi Acne vulgaris. Majalah Farmasetika, 8(4), 283. https://doi.org/10.24198/mfarmasetika.v8i4.45498
Baki, G., & Alexander, K. S. (2019). Formulasi dan teknologi kosmetik (Vol. 2, hlm. 185–191). Jakarta: EGC.
Bolognia, J. L., Schaffer, J. V., & Cerroni, L. (2018). Dermatology (4th ed.). Philadelphia: Elsevier.
BPOM RI. (2014). Persyaratan mutu sediaan kosmetika. Jakarta: Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia.
Davis, E. C., Callender, V. D., & Alexis, A. F. (2019). Acne vulgaris: Pathogenesis and current management. Journal of Clinical and Aesthetic Dermatology, 12(7), 30–35.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2020). Farmakope Indonesia (Edisi VI). Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Khatami, M., Farhan, R., & Hafiz, H. (2022). Uji efektivitas antiinflamasi gel ekstrak pining bawang (Hornstedtia alliacea) pada mencit (Mus musculus) yang diinduksi karagenan 1%. Forte Journal, 2(2), 120–128. https://doi.org/10.51771/fj.v2i2.328
Lestari, T. P. (2024). Formulasi dan stabilitas mutu fisik sediaan gel ekstrak daun binahong (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis) dengan variasi konsentrasi carbopol sebagai gelling agent. Journal of Herbal, Clinical and Pharmaceutical Science (HERCLIPS), 5(02), 130. https://doi.org/10.30587/herclips.v5i02.7373
Lisnawati, L., & Tria, R. (2020). Metode pengujian aktivitas antibakteri secara in vitro. Jurnal Analis Kesehatan Indonesia, 9(2), 120–127.
Nurfitriyana, A., Nurjanah, & Pratiwi, R. D. (2021). Aktivitas antibakteri ekstrak daun jambu biji (Psidium guajava L.) terhadap Propionibacterium acnes. Jurnal Farmasi Galenika, 7(2), 85–92.
Nurhayati, N., Rahmawati, R., & Sari, D. P. (2023). Aktivitas antibakteri ekstrak biji kopi (Coffea sp.) terhadap bakteri penyebab jerawat Propionibacterium acnes. Jurnal Farmasi dan Ilmu Kefarmasian, 10(1), 45–52.
Nuriyatin, S., Sukriyah, D., & Setiawati, F. N. (2022). Pemanfaatan daun muda jambu biji sebagai masker kecantikan alami untuk kulit wajah berjerawat. Jurnal Perawatan Kulit Wajah Berjerawat.
Patriani, et al. (2025). Epidemiologi Acne vulgaris pada remaja di Indonesia.
Putri, R. N., Wahidah, S. N., Hosiyah, Hafidz, I. T. Al., & Faisal. (2023). Uji daya hambat antimikroba secara difusi sumuran dan difusi paper disk. Era Sains: Journal of Science, Engineering and Information Systems Research, 1(4), 28–33.
Sari, D. H. A., Sa’idah, S., & Pratiwi, N. K. C. (2022). Klasifikasi jenis kulit wajah menggunakan modifikasi Convolutional Neural Network (CNN). E-Proceeding of Engineering, 8(6), 3188–3194.
Susanti, et al. (2024). Metode skrining fitokimia ekstrak tanaman obat.
Wahidah, S., Saputri, G. A. R., & Nofita, N. (2024). Formulasi dan uji stabilitas sediaan gel ekstrak etanol daun asam jawa (Tamarindus indica L.) dengan variasi gelling agent. Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia, 10(2), 508–518. https://doi.org/10.35311/jmpi.v10i2.623
Yusuf, V. A., & Nurbaiti, N. (2020). Hubungan antara tingkat pengetahuan pelajar SMA tentang Acne vulgaris pada wajah dengan perilaku pengobatannya. Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan, 6(2). https://doi.org/10.33603/tumed.v6i2.3723
Zahran. (2024). Evaluasi daya sebar sediaan gel topikal.
Zakaria, & Wangi. (2021). Pengaruh konsentrasi ekstrak terhadap karakteristik fisik sediaan gel.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Jurnal Spektrum Kesehatan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0