FORMULASI DAN UJI AKTIVITAS EDIBLE FILM KOMBINASI DAUN SIRIH (Piper betle L.) DAN DAUN KECOMBRANG (Etlingera elatior J.) TERHADAP Streptococcus mutans

FORMULASI DAN UJI AKTIVITAS EDIBLE FILM KOMBINASI DAUN SIRIH (Piper betle L.) DAN DAUN KECOMBRANG (Etlingera elatior J.) TERHADAP Streptococcus mutans

Authors

  • Aulia Rumonda Sari Universitas Aufa Royhan
  • Cory Linda Futri Harahap Universitas Aufa Royhan
  • Elmi Sariani Hasibuan Universitas Aufa Royhan

DOI:

https://doi.org/10.37081/rum-kes.v2i2.99

Keywords:

Antibakteri, Edible Film, Streptococcus Mutans

Abstract

Edible film berbentuk lembaran tipis yang dapat dikonsumsi serta diformulasikan dari bahan alami yang aman bagi kesehatan. Sediaan ini berfungsi sebagai pembawa senyawa antibakteri alami. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan sediaan edible film yang mengandung kombinasi ekstrak daun sirih (Piper betle L.) dan daun kecombrang (Etlingera elatior J.) serta menguji aktivitasnya terhadap bakteri Streptococcus mutans yang merupakan penyebab utama karies gigi. Metode penelitian menggunakan metode eksperimental dimana ekstrak daun sirih dan daun kecombrang dibuat dengan cara maserasi kemudian diformulasikan dalam sediaan edible film dengan konsentrasi 0%, 2,5%, 5%, dan 7,5% dengan menggunakan beberapa uji evaluasi sediaan edible film meliputi uji organoleptik, uji pH, uji ketebalan, uji keseragaman bobot, uji waktu larut, uji hedonik (kesukaan), dan uji aktivitas antibakteri terhadap streptococcus mutans. Hasil penelitian ini menunjukkan sediaan yang dibuat memenuhi evaluasi fisik sediaan yaitu tekstur elastis, warna formula 0% bening, formula 2,5% coklat muda, formula 5% dan 7,5% berwarna coklat. pH sediaan berkisar 6,8-7 sesuai dengan pH mukosa mulut, uji ketebalan berkisar 0,10-0,20 mm, uji keseragaman bobot berkisar 103-138 mg, uji waktu larut berkisar 1,26-2,50 menit dan uji aktivitas antibakteri menghasilkan zona hambat sebesar 4,8-10,4 mm. Kesimpulan dari penelitian ini kombinasi ekstrak daun sirih dan daun kecombrang dapat diformulasikan secara efektif menjadi edible film dengan konsentrasi 7,5% memberikan aktivitas antibakteri paling efekif dengan zona hambat sebesar 10,4 mm.

References

Ahmad, I., et al. (2023). Flavonoid content and antimicrobial potential of Piper betle L. extract. Journal of Applied Pharmaceutical Science, 13(1), 50–56.

Ida, N., Rusli, & Sriyanti. (2024). Formulasi Edible Film Antibakteri Ekstrak Daun Cengkeh (Syzygium aromaticum L.) Dengan Variasi Konsentrasi Sorbitol Sebagai Plasticizer. Media Farmasi, 20(1),1–10. https://doi.org/10.32382/mf.v20i1.185 Ketut, N., Dosen, R., Kesehatan, J., & Poltekkes

Denpasar, G. (2017). Bau Mulut (Halitosis). Jurnal Kesehatan Gigi, 5(1), 25–29. http://indrax.wordpress.com Khamilatusy Sholekhah, N. (2020). Efektivitas Berkumur Larutan Garam terhadap Jumlah Koloni Streptococcus Mutans Dalam Saliva. Jurnal Kesehatan Gigi , 8(1),16–21. http://ejournal.poltekkessmg.ac.id/ojs/ind ex.php/jkg/index

Khatun, F., et al. (2023). Phytochemical screening and antibacterial activity of Piper betle extract. Journal of Pharmacognosy and Phytochemistry, 12(2), 94–98.

Kirana Jati, N., Tri Prasetya, A., & Mursiti, S. (2019). Isolasi, Identifikasi, dan Uji Aktivitas Antibakteri Senyawa Alkaloid pada Daun Pepaya Info Artikel. Jurnal MIPA,42(1),1–6. http://journal.unnes.ac.id/nju/index.php/J M

Kurniawati, D. & Pramono, E. (2024). Aktivitas antijamur kombinasi ekstrak daun sirih dan bunga kecombrang terhadap

Aspergillus niger. Indonesian Journal of Pharmaceutical and Clinical Research, 14(1), 22–30.

Kusumawati, E., Supriningrum, R., & Rozadi,

R. (2015). Uji aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun kecombrang etlingera elatior (Jack) RM SM terhadap Salmonella typhi. Jurnal Ilmiah Manuntung: Sains Farmasi Dan Kesehatan, 1(1), 1–7.

Makalew, M. A. J., Nangoy, E., & Wowor, P. M. (2016). Uji Efek Antibakteri Air Perasan Daging Buah Nanas (Ananas Comosus (L) merr) Terhadap Bakteriklebsiella Pneumoniae. EBiomedik, 4(1).

Mustika, K. G., Gunawan, W. A., & Rahmawati, N. (2020). Pengaruh ekstrak daun sirih (Piper betle L.) terhadap sifat fisik dan antibakteri edible film dari natade coco. Jurnal Sains dan TeknologiPangan, 1(2), 57–63.https://jstpuho.id/index.php/jstp/article/vi ew/30

Nasution, N., Andayani, N. R., & Husna, N. (2022). Edible film dari kombinasi ekstrak daun sirih (Piper betle L.) dan daun sirih merah (Piper crocatum Ruiz & Pav.): Uji aktivitas antibakteri terhadap Streptococcus mutans. Jurnal Kesehatan Gigi, 9(1), 36–40.

Nurdialis. (2021). Formulasi dan evaluasi sediaan edible film daun sirih sebagai penyegar mulut. Repository Universitas Bakti Tunas Husada Tasikmalaya. https://repository.universitasbth.ac.id/168 4/

Ningsih, W. (2018). FORMULASI DAN UJI EFEKTIVITAS ANTIBAKTERI EDIBLE FILM EKSTRAK BIJI PINANG(Areca catechu Linn). JIFFK : Jurnal Ilmu Farmasi Dan Farmasi Klinik, 15(2), 71. https://doi.org/10.31942/jiffk.v15i2.2569

Rindi Fatmawati, Agustina Retnaningsih, E. R.

S. (2024). FORMULATION AND PHYSICAL FEATURE TEST OF LIP CREAM. 9(2).

Saleh, F. H., Nugroho, A. Y., & Juliantama, M.

R. (2017). Pembuatan Edible Film Dari Pati Singkong Sebagai Pengemas Makanan. Teknoin, 23(1), 43–48.https://doi.org/10.20885/teknoin.vol23.is s1.art5

Salsabila, S., Rahmiyani, I., & Sri Zustika, D. (2021). Nilai Sun Protection Factor (Spf) Pada Sediaan Lotion Ekstrak Etanol Daun Jambu Air (Syzygium Aqueum). Majalah Farmasetika, 6(Suppl 1), 123. Https://Doi.Org/10.24198/Mfarmasetika. V6i0.36664

Sari, D. P., Wijayanti, R. M., & Andriani, A. (2024). Comparative Study of Antibacterial Activity of Piper betle and Etlingera elatior Leaf Extracts. Journal of Natural Product Research, 28(1), 34–41.

Sayekti, F. D. J., Dewangga, V. S., Rofifah, K. W., Devi, A. T., Santosa, L. E. P., Putri, S. K., & Ramadhani, Y. A. (2022). Edukasi

Pemanfaatan Rebusan Daun Sirih Sebagai Obat Kumur Dalam Upaya Menjaga Kebersihan Gigi dan Mulut Pada Remaja. Journal of Dedicators Community, 6(2), 27–36. https://doi.org/10.34001/jdc.v6i2.2641

Sembiring, B. M. (2021). Formulasi Sediaan Masker Gel Peel-Off Ekstrak Daun Kecombrang (Etlingera Elatior) Sebagai Perawatan Pada Kulit Wajah. Jurnal Penelitian Farmasi & Herbal, 3(2), 29–34.

Siddiqui, A. A., et al. (2022). The role of saponins in antimicrobial and immunemodulating activity: A review. Asian Journal of Pharmaceutical and Clinical Research, 15(5), 1–5.

Supriningrum, R., Fatimah, N., & Wahyuni, S.

N. (2018). PENETAPAN KADAR FLAVONOID EKSTRAK ETANOL

DAUN PACAR KUKU (Lawsonia inermis L.) BERDASARKAN PERBEDAAN CARA PENGERINGAN.

Jurnal Ilmiah Manuntung, 4(2), 156–161. https://doi.org/10.51352/jim.v4i2.195

Susanti, S., Endah, S. R. N., Nofriyaldi, A., Indri, E., & Adlina, S. (2024). Formulasi Mucoadhesive Edible Film Ekstrak Etanol Buah Kapulaga (Amomum compactum Sol. Ex Maton) Sebagai Antihalitosis. Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia, 10(2), 519–526.

Wida Ningsih, & Afdhil Arel. (2022). Pembuatan dan Uji Aktivitas Edible Film Ekstrak Daun Jeruk Purut (Citrus Hystrix) Terhadap Streptococcus Mutans. Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan, 5(3), 385–396.

Published

2026-06-30

How to Cite

Sari, A. R., Harahap, C. L. F., & Hasibuan, E. S. (2026). FORMULASI DAN UJI AKTIVITAS EDIBLE FILM KOMBINASI DAUN SIRIH (Piper betle L.) DAN DAUN KECOMBRANG (Etlingera elatior J.) TERHADAP Streptococcus mutans. Jurnal Spektrum Kesehatan, 2(2), 47–54. https://doi.org/10.37081/rum-kes.v2i2.99
Loading...