HARMONISASI TRADISI DAN INOVASI: TRANSFORMASI PENDIDIKAN PESANTREN DI ERA DIGITAL MENUJU INDONESIA EMAS 2045
Kata Kunci:
Transformasi Digital, Pendidikan Pesantren, TPACK, Indonesia Emas 2045, Epistemologi IslamAbstrak
Penelitian ini menganalisis transformasi pendidikan pesantren dalam merespons disrupsi digital sambil mempertahankan identitas tradisionalnya. Melalui pendekatan kualitatif deskriptif-analitis dengan sumber data dokumenter (kitab kuning, kebijakan nasional, literatur peer-review), studi ini mengungkap dialektika kompleks antara triadika nilai inti pesantren pendidikan akhlak, otoritas kitab kuning, dan relasi kiai-santri dengan imperatif adopsi teknologi. Temuan kunci menunjukkan bahwa harmonisasi substantif tercapai melalui: (1) model kurikulum hibrida berbasis maqāṣid al-sharī'ah yang mengintegrasikan STEAM dengan etika keislaman; (2) transformasi peran kiai menjadi tech-savvy 'ulamā'; dan (3) pembelajaran hibrida (bandongan-digital). Studi kasus di Pesantren Tebuireng dan Gontor membuktikan efektivitas pendekatan glocalized knowledge dalam mengatasi kesenjangan digital dan resistensi kultural. Transformasi ini menempatkan pesantren sebagai arsitek Indonesia Emas 2045 melalui tiga kontribusi: pembentukan SDM paripurna (tawḥīd al-kafā'āt), penguatan technopreneurship syarī'ah, dan penjagaan ketahanan budaya. Rekomendasi kebijakan mencakup percepatan infrastruktur digital inklusif dan konsorsium pesantren-universitas-industri.