HUBUNGAN KEBIASAAN KELUARGA DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI WILAYAH KERJAPUSKESMAS TELUK SENTOSA
DOI:
https://doi.org/10.37081/rum-kes.v2i1.87Keywords:
Keluarga, Stunting, BalitaAbstract
Kekurangan gizi dapat terjadi akibat kemiskinan, akan tetapi memperbaiki gizi pada masa awal kehidupan manusia sebenarnya dapat membangun fondasi yang kuat dalam membantu meningkatkan individu, keluarga dan bangsa keluar dari kemiskinan. Kebiasaan keluarga adalah salah satu faktor tidak langsung yang berhubungan dengan status gizi anak termasuk stunting. Tujuan penelitian adalah mengetahui hubungan kebiasaan keluarga dengan kejadian stunting pada balita di Wilayah Kerja Puskesmas Teluk Sentosa Kabupaten Labuhan BatuTahun 2023. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain cross sectional study. Populasi dalam penelitian ini adalah semua keluarga yang memiliki balita 12-59 bulan. Sampel penelitian sebanyak 97 balita. Hasil penelitian diperoleh terdapat hubungan kebisaan keluarga (p=0,000), kebiasaan pemberian makan (p = 0,002), kebiasaan pengasuh (p=0,006) dan kebiasaan mendapatkan pelayanan Kesehatan (p=0,023) dengan kejadian stunting (p<0,05). Disarankan kepada setiap ibu agar selalu memperhatikan kebiasaan yang dapat mempengaruhi kejadian stunting pada anak.
References
Adriani dan Wirjatadi. (2014). Gizi Dan Kesehatan Balita Peranan Micro Zinc Pada Pertumbuhan Balita . Jakarta: Kencana Prenadamedia Group
Aliyanto Warjidin dan Rosmadewi. (2019). Efektivitas Sayur Pepaya Muda Dan Sayur Daun Kelor Terhadap Produksi ASI Pada Ibu Post Partum Primipara . Jurnal Kesehatan. Volume 10, Nomor I , April 2019. ISSN 2086-7751 (Print), ISSN 2548-5965 (Online)
Arnita Sri, Dwi Yunita Rahmadhani dan Mila Triana Sari. (2020). Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Dengan Upaya Pencegahan Stunting Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Simpang Kawat Kota Jambi. Jurnal Akademika Baiturrahim Jambi , Vol 9, No, 1 Maret 2020 . P-ISSN:2302-8416.E-ISSN:2654-2552.
Astutik ,R.Y.( 2014). Payudara dan Laktasi Edisi 1. Jakarta : Salemba Medika
Astutik , M.Zen Rahfiluddin dan Ronny Aruben. (2020). Faktor Risiko Kejadian Stunting Pada Anak Balita Usia 24-59 Bulan (Studi Kasus Di Wilayah Kerja Puskesmas Gabus II Kabupaten PATI. Jurnal Kesehatan Masyarakat (E-Journal) Volume 6, Nomor 1, Januari 2020 (ISSN:2356-3346)
Basri. (2018). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Status Gizi Balita (12- 59 Bulan) di Desa Bojonggede Kabupaten Bogor Tahun 2012 [Skripsi]. Depok Fakultas Kesehatan Masyarakat, Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat, Peminatan Epidemiolog
Bening (2016). Stunting di Klaten. Unwidha.ac.id. http://unwidha. ac.id/wpcontent /uploads /2018/07/ STUNTINGDI-KLATEN-oleh-dr.-SRISUNDARI-INDRIASTUTIM.Kes_.pdf. Diakses tanggal 30 januari 2020.
Dicka Indo Putri Priyono dan Sulistiyani , L. Y. R. (2015). Determinan Kejadian Stunting pada Anak Balita Usia 12-36 Bulan di awilayah Kerja Puskesmas Randuagung Kabupaten Lumajang ( Determinant of Stunting among Children Aged 12-36 Months in Community Health Centre of Randuadung,, Lumajang Distric ). E-Jurnal Pustaka Kesehatan , 3(2), 349-355
Dinas Kesehatan Mandailing Natal. (2020). Profil Kesehatan Mandailing Natal Tahun 2020
Fajrina Nurul. (2016). Hubungan Faktor Ibu Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Di Puskesmas Piyungan Kabupaten Bantul. Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta
Fitriani Aida, Dida Gurmida dan Anita Rachmawati. (2020). Faktor –Faktor Yang Berasosiasi Pada Kejadian Stunting Pada Bayi Di Bawah Dua Tahun Di Wilayah Kerja Puskesmas Pandrah Kabupaten Bireun. Care: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol,8, No,3,2020, Hal 482-483
Hanum Nur Hadibah. (2019). Hubungan Tinggi Badan Ibu Dan Riwayat Pemberian MP-ASI Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Usia 24-59 Bulan. Hanum. Amerta Nutr (2019) 78-84. DOI:10.2473/amnt.v3i2.2019.78-84
Hartiningrum Chanty Yunie. (2020). Mengubah Persepsi Keliru Tentang Mitos Gizi Pada Masa Kehamilan Sebagai Upaya Pencegahan Kejadian Stunting Di Wilayah desa Cikuncir Kabupaten Tasikmalaya Tahun 2018. Stikes Respati . Vol.2.No.01 (2020)
Hasandi Litta Arsieta, Sugeng Maryanto Dan Riva Mustika Anugrah. (2020). Hubungan Usia Ibu Saat Hamil Dan Pemberian Asi Ekslusif Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Di Dusun Cemanggal Desa Munding Kabupaten Semarang. JKG-Vol. 11,No.25 Januari
Hastuty milda. (2020). Hubungan anemia ibu hamil dengan kejadian stunting pada balita di UPTD Puskesmas Kampat tahun 2018. Jurnal Doppler. Vol 4 no2 tahun 2020. ISSN:2580-3123
Hutasoit Masta, Khristina Dias Utami dan Nur fitri Afriyliani. (2018). Kunjungan Antenatal Care Berhubungan Dengan Kejadian Stunting. Fakultas Kesehatan, Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta
Illahi Rizki Kurnia. (2017). Hubungan Pendapatan Keluarga, Berat Lahir Dan Panjang Lahir Dengan Kejadian Stunting Balita 24-59 Bulan Di Bangkalan. Jurnal Manejemen Kesehatan Yayasan RS Dr. Soetomo, Vol. 3 No. 1, April 2017 :1-1
Indrawati Sri. (2016). Hubungan Pemberian Asi Eksklusif Dengan Kejadian Stunting Pada Anak Usia 2-3 Tahun Di Desa Karangrejek Wonosari Gunungkidul. Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta
Indriyani. (2018). Pola Asuh Ibu dan Status Gizi Anak Balita di Kecamatan Pollung Kabupaten Humbang Hasundutan Tahun 2011 (Thesis). Universitas Sumatera Utara
Kementrian Kesehatan RI. (2016). Pedoman Perhitungan Status Gizi Jakarta:ISBN 978-602-9364-77-
Kementrian Keuangan RI. (2018). Gerakan Nasional Pencegahan Stunting dan Kerjasama Kemitraan Multisektor. Jakarta
Lestari. (2019). Pengalaman Ibu Hamil Dalam Perawatan Kehamilan Dan Persalinan Pada Suku Mandailing Di Kecamatan Linggabayu, Kabupaten Mandailing Natal. Universitas Sumatera Utara.
Misnaniarti. (2020). Hubungan Karakteristik Keluarga, Pola Pengasuhan dan Kejadian Stunting Anak Usia 6-12 Bulan. Media Gizi dan Keluarga, 29(2) : 40–46.
Miranty Esya. 2020. Hubungan Kejadian Kekurangan Energy Kronik Saat Hamil Dengan Kejadian Stunting Pada Usia 6-60 Bulan Di Wilayah Kerja Puskesmas Gedangsari II Kabupaten Gunung Kidul Tahun 2019. Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Yogyakarta
Nabuasa, et al (2016). Pola Asuh Ibu dan Status Gizi Anak Balita di Kecamatan Pollung Kabupaten Humbang Hasundutan Tahun 2011 (Thesis). Universitas Sumatera Utara.
Nasikhah R. (2013). Faktor Risiko Kejadian Stunting Pada Balita Usia 24-36 Bulan Di Kecamatan Semarang Timur. Universitas Diponegoro
Notoatmodjo, S. (2016). Ilmu Perilaku Kesehatan. Cetakan Pertama. Jakarta:Rineka Cipta
Nurjana. (2019). Determinan Social Budaya Kejadian Stunting Pada Suku Makassar Di Kecamatan Turatea Kabupaten Jeneponto. Fakultas kedokteran Dan Ilmu Kesehatan Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
Priyono Dizka Indo, Silistiyani Dan Leersia YUsi Ratnawati. (2015) Penentuan Kejadian Stunting Pada Anak Balita Usia 12-36 Bulan Di Wilayah Kerja Puskesmas Randuagung Kabupaten Lumajang (Faktor Penentu Stunting Pada Anak Usia 12-36 Bulan Di Puskesmas Randuagung Kabupaten Lumajang). Jurnal Pustaka Kesehatan. Volume 3 Nomor 2, Mei 2015
Pusdati. (2016). Situasi Balita Pendek. Pusdatin Kemenkes. ISSN 2442-7569
Rahmayana (2017), Hubungan Pola Asuh Ibu dengan Kejadian Stunting Anak Usia 24-59 bulan di Posyandu Asoka II Wilayah Pesisir Kelurahan Barombong Kecamatan Tamalate Kota Makasar Tahun 2014. Al Sihah : Public Health Science Journal, 6(2) : 424-436.
Renyoet Brigitte Sarah, Drajat Martianto Dan Dadang Sukandar (2013). Potensi Kerugian Ekonomi Karena Stunting Pada Balita Di Indonesia Tahun 2013. J. Gizi Pangan, Volume 11, Nomor 3 November 2016
Ruaida nilfar. 2018. Gerakan 1000 hari pertama kehidupan mencegah terjadinya stuning (gizi pendek) di Indonesia. Global health science.
Yudianti, R. H. S. (2016). Pola Asuh Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Di Kabupaten Polewali Mandar . Jurnal Kesehatan MANARANG, 2(1), 21-23
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Jurnal Spektrum Kesehatan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0