PENGELOLAAN LIMBAH SALAK MELALUI EKOENZIM BERBASIS IOT DI SIGUMURU

PENGELOLAAN LIMBAH SALAK MELALUI EKOENZIM BERBASIS IOT DI SIGUMURU

Penulis

  • Sari Wahyuni Rozi Nasution
  • Dwi Aninditya Siregar

Kata Kunci:

Ekoenzim, Internet of Things, Limbah Salak, Pemberdayaan Masyarakat, Teknologi Tepat Guna

Abstrak

Desa Sigumuru merupakan salah satu sentra penghasil salak di Kabupaten Tapanuli Selatan yang menghasilkan limbah kulit salak dalam jumlah cukup besar setiap musim panen. Sebagian besar limbah tersebut belum dimanfaatkan secara optimal dan umumnya dibuang ke lingkungan sehingga berpotensi menimbulkan pencemaran. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pengelolaan limbah organik melalui pembuatan ekoenzim berbasis limbah kulit salak yang didukung teknologi Internet of Things (IoT). Metode yang digunakan berupa studi literatur, sosialisasi, pelatihan, pendampingan, serta pengenalan sistem monitoring fermentasi berbasis IoT. Hasil kajian menunjukkan bahwa pemanfaatan limbah kulit salak sebagai bahan baku ekoenzim memiliki potensi besar dalam mendukung pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan. Integrasi teknologi IoT pada proses fermentasi dapat meningkatkan efektivitas pemantauan suhu, kelembapan, dan waktu fermentasi secara real-time sehingga kualitas produk menjadi lebih konsisten. Program ini juga berpotensi meningkatkan literasi teknologi masyarakat serta mendorong terbentuknya kegiatan ekonomi produktif berbasis lingkungan. Dengan demikian, SIBER-EZIM dapat menjadi model pemberdayaan masyarakat berbasis teknologi tepat guna yang mendukung pembangunan desa berkelanjutan.

Unduhan

Diterbitkan

2026-10-07

Cara Mengutip

Nasution, S. W. R., & Aninditya Siregar, D. (2026). PENGELOLAAN LIMBAH SALAK MELALUI EKOENZIM BERBASIS IOT DI SIGUMURU. Jurnal Spektrum Daya, 1(1), 1–3. Diambil dari https://jurnal.mediailmiahpersada.com/index.php/daya/article/view/121
Loading...